Kasus lahan kering
Categorie(s): Indonesian cases
Lahan kering
Dry land
Muhtar adalah seorang anak yang tinggal sebuah desa pertanian di Kabupaten Sambelia. Saat ini ayahnya tidak lagi menjadi petani tapi bekerja di kota besar dan jarang pulang ke rumah. Ibunya masih bekerja di lading tapi hasilnya tidak mencukupi untuk makan mereka. Mengapa hal itu terjadi? Dari tahun ke tahun curah hujan di Kabupaten Sambelia menurun. Aliran air di sungai Aik Kalaq semakin mengecil. Sungai tersebut adalah satu-satunya sumber air yang ada di wilayah ini. Di banyak tempat tanah subur menjadi kering sehingga tanaman tidak bias memberikan hasil panennya lagi.
Muhtar is a boy living in a farming village in Sambelia district. Nowadys his father is no longer farming but working in the big city and rarely coming home. His mother still works on the farm but it does not give enough to feed Muhtars family anymore. Why is that?
From year to years the rainfall in Sambelia district area has decreased. The discharge of water in Aik Kalaq river became very small. This river is the only water resource in the area. In many places the fertile soil has become dry land so the plantation did not give any harvest anymore.
Muhtar membantu ibunya dan tetangganya sedang mencoba menanam jenis tanaman yang sesuai untuk lahan kering seperti pohon jambu mete.
Muhtar is helping his mother and the neighbour farmers trying to plant species of plants that are suitable for dry land such as cashew nut tree.
Tanah kering di India : petani tidak mungkin dapat hasil panen tahun ini!
Dry land in India: farmers will not have a harvest this year from this land!
Pertanyaanya:
Questions:
1. Di beberapa tempat sumber air mulai menghilang. Apa penyebabnya? Apakah manusia sebagai penyebabnya?
1. In many places water resources have disappeared. What has caused this? Have people caused this?
2. Apa dampak menebang hutan terlalu banyak?
2. What are the effects of cutting too much forest?
3. Mengapa penduduk menebang atau membakar hutan? Apakah mereka tahu dampak dari perbuatan mereka?
3. Why did people cut or burn forest? Did they not know this could be harmful?
4. Apakah masih dimungkinkan untuk menebang pohon dilokasi yang hutannya sudah habis?
4. Is it possible to replant trees at places where the forest is gone?
5. Bagaimana mungkin begitu banyak hutan yang rusak?
5. How come that so much land is neglected nowadays?
6. Langkah apa yang mungkin dilakukan oleh Ayah Muhtar (dan bapak-bapak lainnya) untuk bekerja di rumah lagi?
6. What could be done to make it possible for Muhtars father (and other fathers) to work at home again?
Kamu dapat melanjutkan dengan mengisi sebuah rencana kerja.
You will continue by filling in a working plan>>
Di website, andan dapat mencari informasi yang berguna untuk kasus ini.
On these websites you can find more useful info about this case (sorry, we will add useful sites soon).
Jika anda mencarinya dari halaman yang berbeda, sangat berguna untuk mengisi the Internet log.
If you are surfing the web for different pages, it is useful to fill in the internet log.
Kasus ini disumbangkan oleh
Suggested by:
Ahmad Nardi, Anwar, Radi Malik, Arifuddin, Idrus, Badar, all from East Lombok, Indonesia
