Home

Kasus Udang

Categorie(s): Indonesian cases

“Sukadi tinggal dekat pantai di Jawa Timur. Sesekali saat liburan dia pergi dengan pamannya – yang merupakan seorang nelayan – ke laut. Sebelumnya paman Andi dapat memancing udang, tapi saat ini udang harganya tidak menguntungkan lagi, karena dibanyak tempat udang dibudidayakan di tambak, dan biayanya harganya lebih murah. Hanya beberapa orang yang mau membayar mahal untuk udang dari laut.
“Sukadi lives near the coast of East Java (Indonesia). Sometimes in the holiday he goes with his uncle – who is a fisherman – out to sea. Before his uncle would fish for shrimps, but nowadays shrimps do not give a good price anymore, because in many places shrimps are grown in fishponds, and they are much cheaper. Only a few people will pay a high price for shrimps from the sea.

Sukadi memiliki seorang sahabat pena di Belanda yang bernama Thomas. Mereka menulis surat dan email setiap minggu dan bercerita mengenai Negara mereka. Sukadi bercerita tentang perjalanan memancingnya dan bertanya apakah orang Belanda juga suka makan udang.

Sukadi has a pen friend in Holland called Thomas. They write letters and e-mails every week and tell about live in their countries.
Sukadi writes about the fishing trip and asks if shrimps are also eaten in Holland.

Memancing udang secara tradisional
Traditional shrimp fishing
Thomas menjawab :”ya, kami suka udang. Pada waktu orangtuaku muda harganya sangat mahal, tetapi saat ini kita dapat membelinya dimana-mana. Ayahku berkata padaku bahwa udang itu mungkin datang dari negaramu, tetapi cara membudidayakannya tidak ramah lingkungan, sehingga kami tidak memakannya.

Thomas writes: “Yes we also like them. When my parents were young they were very expensive, but now you can buy them everywhere. My father tells me that they may come from your country, but that the way they are grown is not good for the environment, so we do not eat them at home.”

Sukadi writes back: “But people here need the money, so you should eat them!”

Sukadi menulis balik : “Tetapi penduduk disini butuh uang, jadi kamu harus makan udang tersebut!”

Sukadi writes back: “But people here need the money, so you should eat them!”

Thomas menjawab : ”mengapa pendudukmu tidak membudidayakan udang secara ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar tambak? Sehingga kami akan memakan banyak udang!”

Thomas answers: “Why do they not try to grow the shrimps so that they don’t poison the place around the pond? Than we will eat lots of shrimps!”

Sukadi pergi ke orang lain untuk belajar tentang masalah ini dan setelah 2 minggu dia dapat menjelaskan situasinya denga lebih baik. Dia menulis surat yang panjang untuk Thomas mengenai penemuannya :

Sukadi goes to different people to learn about the problem and after two weeks he can explain the situation better. He writes a long letter to Thomas about what he has found out:

“Udang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Banyak orang suka memakan udang karena rasanya yang lezat. Hal ini mendorong orang untuk meningkatkan produksi udang sehingga jumlah tambak udang bertambah.

“Shrimp has a high value. Many people like to consume shrimp because of the delicious taste. This pushes people to increase shrimp production and therefore the number of fishponds is growing.

Di Indonesia salah satu wilayah yang memiliki tambak udang adalah Jawa Timur. Di tempat ini masyarakat secara tradisional telah menjadi nelayan dan petani tambak untuk udang.

In Indonesia an area with many fishponds is East Java. In this area the community has traditionally been fishermen and fishpond farmers for shrimp.

Dari tahun ke tahun kualitas ekosistem di daerah mangrove menurun karena banyak tambak. Penduduk talah menebang pohon bakau untuk membuat tambak udang. Mereka tidak mengerti mengenai pentingnya fungsi bakau, secara ekonomis maupun ekologis.

From year to year the ecosystem quality in mangrove area is decreasing because of the many fishponds. The people have cut the mangrove to make fishponds. They didn’t understand about important function of the mangrove, in economical and ecological aspects.

Di ekosistem yang rusak beberapa hewan laut asli di tempat itu akan punah. Dan sekarang jumlah jenis hewannya seperti ikan, kepiting berkurang. Dampak lain adalah abrasi pantai yang dapat membuat areal seluas 1,5 ha pertahun hilang. Karena penggunaan bahan kimia untuk keperluan tambak udang menyebabkan tambak menjadi tidak produktif, tambak-tambak tersebut ditinggalkan dan wilayah yang terpolusi membutuhkan bertahun-tahun untuk dipulihkan.

In the damaged ecosystem some original sea animals from this area went extinct. And there are now much less animals in their area like fish, crab. The other effect is the abrasion of the coast that makes 1,5 ha mainland a year disappear. Because of the use of chemicals shrimp fishponds often become unproductive, they are left and the polluted place needs many many years to recover.

Teknologi modern membuat banyak mesin yang digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia sebelumnya sehingga banyak generasi muda (laki dan perempuan) meninggalkan desanya untuk mencari kerja di kota atau bahkan ke Negara lain (urbanisasi).

Modern techniques make it possible to let machines do what people did before so young people (boys and girls) leave the village to find a job in the city or even in other countries (urbanization).

Sehingga kita harus mencari cara untuk membudidayakan udang dengan cara yang lebih berkelanjutan : bersih dan membuka peluang pekerjaan bagi penduduk setempat”.

So we must find ways to grow shrimps in a sustainable way: clean and giving jobs to local people.”

Thomas menulis balik : “Údang akan menjadi tidak murah nantinya, aku akan minta orangtuaku untuk membeli udang yang termahal untuk ulang tahunku!”

Thomas writes back:” Shrimps must not be so cheap then, I tell my parents to buy the most expensive ones for my birthday!”

Bakau yang sehat
Healthy mangrove Budidaya udangtambak (di Afrika Barat)
Shrimp aquaculture (in West Africa)

Pertanyaanya:

Questions:
1. Pikirkan metode terbaik yang mungkin untuk memperoleh tambak udang tanpa merusak bakau (dan tanahnya)?
1. Think of possibilities of good methods to have fishponds without damage to the mangrove (and the land)?

2. Bagaimana kita dapat memperbaiki ekosistem bakau?
2. How can we restore the mangrove ecosystem?

3. Cara budidayaair modern (mengembangbiakan hewan di air, kamu dapat menyebutnya dengan “pertanian di air”) adalah lebih ekonomis (udang menjadi lebih murah sekarang) akan tetapi tidak ramah lingkungan. Pada banyak kasus ekonomi dan ekologi seringkali berseberangan/berlawanan. Tapi dalam jangka panjang praktek ekologis yang baik juga lebih ekonomis. Jelaskan mengenai hal ini, dan cara contohnya.
3. The modern aquaculture (growing animals in water, you could call in ‘water farming’) is more economical (shrimps are cheaper now) but less ecological. In many cases economy and ecology seem to be opposed. But in the long run good ecological practice is also more economical. Explain this, and find more examples of this.

4. Kolam udang dan ikan tradisional seringkali di kelola oleh perempuan. Perusahaan budidaya air secara modern kebanyakan mempekerjakan laki-laki. Jelaskan mengapa pendidikan yang baik bagi wanita adalah penting untuk keseluruhan populasi dunia – dan mengapa hal ini juga perlu dilakukan untuk budidaya udang!
4. The traditional fish and shrimp ponds were often managed by the women. Modern aquaculture companies mostly employ men. Women loose their work. This is another problem for the local people. Explain why good education for the girls is necessary for the well being of the whole population – and why this even has to do with shrimps!

5. Mengapa para ahli ekonomi harus belajar banyak mengenai ekologi?
5. Why do economists have to learn more about ecology?

6. Jika kamu tinggal di Negara kaya : apakah hal ini akan membantu kamu untuk makan udang? Hal apalagi yang dapat kamu lakukan untuk memecahkan permasalahan ini?

6. If you live in a rich country: Does it help if you stop eating shrimps? What else can you do to help solving this type of problems?

Kamu dapat melanjutkan dengan mengisi sebuah rencana kerja.
You will continue by filling in a working plan>>

Di website, andan dapat mencari informasi yang berguna untuk kasus ini.
On these websites you can find more useful info about this case

http://www.earthisland.org/map/blrvl.htm
http://www.enaca.org/modules/tinyd0/index.php?id=8
http://www.mongabay.com/environmental_degradation_shrimp.htm
http://www.worldwildlife.org/cci/aquaculture_projects2.cfm
http://mbgnet.mobot.org/salt/sandy/mangroves.htm
(a short and clear explanation about mangrove)

Jika anda mencarinya dari halaman yang berbeda, sangat berguna untuk mengisi the Internet log
If you are surfing the web for different pages, it is useful to fill in the internet log.