Home

Kasus Perkotaan 2

Categorie(s): Indonesian cases

Kasus Perkotaan 2

City case 2

Polusi dan Hawa Panas di Kotaku
Pollution and hot weather in my city

Kasus:
The case:

“Anita sedang berjalan-jalan di kotanya, tetapi dia tidak bias menikmatinya karena hawanya terlalu panas. Hawa disini seringkali lebih panas dari pada di luar kota dimana dia tinggal bersama kakek neneknya 3 minggu lalu. Mereka tinggal di dekat hutan yang sejuk. Sekolah akan mulai masuk besok. Hawa yang sangat panas di kota disebabkan oleh polusi. Selain bangunan tidak dijumpai pohon. Dan dia dan teman-temannya tidak lagi bisa bermain di taman lagi, saat ini mereka hanya bisa bermain di Mall yang banyak dibangun di kotanya. Banyak wilayah hijau diubah menjadi perumahan dan areal parkir. Anita memutuskan untuk mendiskusikan hal ini di kelasnya. Dapatkah dia memulai suatu kegiatan untuk membuat kondisi iklim di kotanya lebih baik? Mengapa tidak dimulai dengan menanam pohon di sekolah?

“Anita is walking in the city, but not enjoying it because it is too hot. The weather here is often much hotter than outside the city where she was staying with her grandparents three weeks ago. They live near the cool forest. Now school will start tomorrow. It is so hot in the big city because of the pollution. Beside the buildings there are no trees. And she and her friends can’t play in the park anymore, now they can only play in the mall that has been built in that place. So many green areas become housing and parking area’s.
Anita decides to talk about this in her class. Can they start a project in their school to make the conditions in their region better? Why not planting trees in the school area to begin with?”

Pertanyaanya:

Questions:
1. Pelajarilah tentang kondisi kota : mengapa kondisi iklimnya berbeda dengan luar kota? Apa dampak dan tanaman dan pohon-pohon?
1. Learn about city conditions: why is the climate different from outside the city? What is the effect of trees and plants?

2. Hidup di kota tidak otomatis berarti lebih besar tapak ekologisnya dari hidup di desa. Pikirkan alas an mengapa akan lebih berkelanjutan dimana penduduk hidup lebih berdekatan seperti di kota.
2. Living in the city does not mean a bigger footprint than living in a village. Think of reasons why it can be more sustainable when more people live close together in cities.

3. Bagaimana caranya kita dapat membuat kota lebih nyaman?
3. How can we make the city more comfortable?

4. Apa yang dapat dilakukan oleh setiap orang agar tapak ekologisnya lebih berkelanjutan?
a. membuat polusi lebih sedikit?
b. menggunakan lahan yang lebih sedikit di bumi?
4. What can everybody do to make his/her footprint more sustainable
a/ causing less pollution?
b/ using less space of the earth?

5. Apa yang akan kamu lakukan secara pribadi untuk menurunkan polusi di kota anda?
5. What are you yourself doing to decrease the pollution in your city?

Latar belakang informasi

Background information

Sebuah contoh penduduk di kota besar mengurangi tapak ekologisnya, membuat iklim menjadi lebih nyaman dan lebih murah dan makanan yang lebih sehat. A project from Havana, Cuba
Hal ini juga bias dilakukan di banyak tempat.

An example of people in a big city reducing their footprint, making the climate more comfortable and getting cheap and healthy food
This could be done in many other places.
Look at the page:
Growing food in the city, A project from Havana, Cuba

Another nice possibility for growing food in the city is Green Walls

Kasus ini disumbangkan oleh
Case suggested by
Supriyadi (Surabaya), Rahmat Melir (Hijau Jogja), Zahron Prasetiawan (Mapala Arga Dahana UMK), Nur Shoim (Mapala Arga Dahana UMK) All from Indonesia